Sabtu, 12 Juli 2014

Menyering Seuntai Hati



               
                Tak sampai hati ini mencekik
                Malu menggigil terpekik
               
Ternoda mendura gemerlapnya sepi
Oh, menyemburat dekil mencaci diri
                                Terngiang hati akan sajak Ilahi
                                Mengkar lembut hati berdiri
               
Tuhanku,
Andai lilin bak hidayahMu
Nyering hati mudah dipelukMu
Kan ku cari kendati kaki ini tertusuk duri
Namun,
Tersendu bunian membisik dibadan
Engkau sering kulenakan
Aurenotika jugu bukan
Pengamat jeli akan kehidupan
                                               
                                                Surgawi itu kurindukan
                                                Pantas ?
                                                Kekinian lumuran noda
                                                Mengalirkan perasaan nan kotai
                                                Iba Mu ku damba
                                                Tuhan,
                                                Terimalah taubat Hamba…

Contekan yang Tak Berbekas


Isak tangis menyemai relung hidup.
Sadar akan kehidupan yang fana ini,
tak terungkap oleh kata-kata.
Kenapa mencontek?
Tak percaya kau dengan rizkiNya?
Bodoh kau!
Ini system!
Kau bodoh!
Bukankah kau faham,
Kenapa manusia diciptakan?
Masih mau menerka lainnya?
Sadar …
Bertaubatlah,
Pintu maafNya masih luas
Pahamkan Hakikat taubat?
Ibu bapak mengharapkan kau pintar
Bukan pintar membodohi!
Butuh nilai besar?
Usaha!
Usaha, tapi kecil?
Lebih baik,
Ketimbang mencontek!
Sekolah cari ilmu,
Ilmuwan tak punya jiwa sepertimu!
Kisah orang bodoh pun bisa sukses
Kenapa kau ragu?
Lingkar hitam menyelubungi hatimu
Apa kau tak ingat janjimu?
Atau sudah lupa hakikat hidupmu ini?
Herbi, kau bisa sukses!
Herbi, kau bisa pintar!
Herbi, Tuhan ada untukmu
Tuhan sayang denganmu
Dia cinta denganmu
Apa kau ingin terus menghukum dirimu?
Jujurlah nak…
Tuhan, bapak ibu pasti sayang denganmu
JalanNya pasti ada J



Gurauan Kerinduan


Nananananana …
Menghibur diri dengan sajak yang engkreh
Tuan-tuan
Puan-puan
Rasa kini kian menjadi
Menyisir hulu bulu
Mendekap sesak sosok yang dirindu
Oh, tuan
sulit obatnya
Puan,
racunnya lama membekas
Hati ini terkoyak lentera
Lentera rindu
Menyemburat bersimbah cinta

Pesannya menjaga
Tatapnya seakan meyakinkan
Lain badan lain hatinya
Takut akan hatinya habis
Memiringkan akal sehat
          Sssssssttttttttt
          Oh Tuhan …
          Dinding ini begitu menyiksa
          Penantian ku sambangi sendiri
          Dilema jadi kesibukan
          Akal pun tak mau menerima
          Akankan pesan rapi ditempatnya
          Berserakan ku tak mau
         
                   Tuhan …
                   Aku ini
                   Dirundung rindu
                   Rindu akan penantian
                   JanjiMu pasti
                   Titip sajak sederhana ini
                   Pun hanya menghibur diri … J
          

Racun di Senam Pagi



Miskin cipir muak terpekik
Terdesak kuak mendekik
Bagian cempal mencuat mencekik
Menyesak menghujam sempitnya dada
Hirupannya hanya racun semata
Mati lumuran noda mengalir
Mendesir semilir tersisir rapi
Ini masih pagi !
Kejamnya kau !
Terkam mendiang kami !

Kau racuni dengan molek nya tubuh
Tikam kami dengan sendau gurau
Engkau ingin kilirkan kami ?
Busuk mu pun akan kami ciprati
Noktahmu pun tak kuasa mencuri ruh ini
Masih ingin kau nodai ?
       Siapkan dirimu !
       Yang menggegam hati kami bukanlah benang
       Kilat pun tak kuasa menikam
       Kau ?
       Deburan pasir !
Kala ditiup kau hancur
       Mengerti !!!


Bedanya Cerpen dan Novel


Perbedaan  yang paling terlihat adalah terletak pada alur yang terdapat dalam karya sastra tersebut. Cerpen menggunakan alur yang sederhana dalam pembuatannya, sementara novel menggunakan alur yang sangat kompleks untuk menggambarkan kejadian-kejadian yang ada pada cerita tersebut. Seringkali kita melihat bahwa dalam satu novel memiliki berbagai macam alur, baik alur maju, flashback, atau bahkan alur campuran. 

Perbedaan kedua karya sastra tersebut juga dapat dilihat dengan jelas dalam unsur intrinsik yang lain, yakni pada bagian konflik. Pada bagian konflik, cerpen tidak menekankan adanya perubahan nasib pada tokoh yang ada dalam cerita tersebut. Hal yang berbeda ditunjukkan oleh novel, dimana novel mengharuskan adanya perubahan nasib pada tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut. Hal ini dikarenakan jalan cerita yang terdapat pada novel sangatlah rumit, maka perubahan nasib dari tokoh dalam cerita layak untuk dipaparkan. 

Dalam novel, konflik yang terjadi merupakan konflik dengan berbagai macam jenis, terutama konflik batin para tokoh yang harus terjadi. Sementara itu dalam cerpen, konflik batin yang dialami oleh tokoh tidak harus diceritakan. Jika melihat panjangnya cerita, cerpen yang notabene memiliki singkatan cerita pendek memiliki cerita yang lebih pendek jika dibandingkan novel yang mempunyai cerita yang sangat panjang. 

Apa Perbedaan Cerpen dan Novel

Panjangnya cerita dalam kedua karya sastra tersebut dipengaruhi oleh jumlah tokoh yang berada dalam cerita tersebut. Cerpen cenderung memiliki sedikit tokoh dan permasalahan yang diceritakan merupakan permasalahan tunggal. Sedangkan novel memiliki lebih banyak tokoh dan permasalahan yang diceritakan pun permasalahan yang sangat kompleks. Dari segi setting cerita, cerpen memiliki setting waktu yang hanya sebentar atau terbatas pada waktu tertentu. Sementara novel memiliki cakupan waktu yang lebih lama.

Selasa, 08 Juli 2014

Teknologi tepat guna AC sederhana

Pada artikel kali ini, saya ingin berbagi ilmu untuk mengatasi suhu yang panas karena musim kemarau (khususnya yang berada di wilayah Surabaya). Kali ini saya akan berbagi cara untuk membuat "Air Conditioner" mini yang bisa dipakai dikamar atau saat kita sedang bekerja di depan komputer. Teknologinya sangat sederhana, hemat energi, hemat biaya dan tentunya bisa menjadi teman disaat kita merasa gerah.

Mini Air Conditioner

Cara membuatnya sangat mudah, kita tinggal menyediakan perlengkapan berikut ini :

  1. Kotak styrofoam (yang biasa dipakai tempat nasi).
  2. Kipas pendingin CPU (bisa baru atau bekas asal masih berfungsi).
  3. Lem Super atau perekat yang kuat.
  4. Heatsink PC (elemen yang biasa dipakai sebagai pendingin komputer).
  5. Es Batu (disarankan yang berbentuk kotak atau peltier).

Setelah bahan dan perlengkapan sudah siap, sekarang kita mulai pengerjaan membuat Mini Air Conditioner. Caranya seperti berikut :

Pisahkan kotak styrofoam bagian atas dan bawah, lalu lubangi bagian atas kotak styrofoam. Buatlah 3 lubang untuk keluarnya udara melalui kipas, untuk masuknya udara dan untuk kabel. Bentuk kotak udara terserah dengan selera anda, bisa kotak, bundar atau yang lain, asal tidak terlalu besar agar proses penghisapan udara bisa maksimal.

Pisahkan kotak dan buatlah lubang

Kemudian pasang kipas cpu dan heatsink pc, di kotak styrofoam bagian atas yang sudah dilubangi tadi. Gunakan lem atau perekat lain dan potongan kardus sebagai media untuk menyangga komponen agar bisa menempel pada tempatnya.

Pasang kipas cpu dan heatsink pada kotak bagian atas

Selanjutnya isi kotak styrofoam sisi bagian bawah dengan es batu dan sedikit air dingin. Air jangan terlalu banyak supaya es batunya tidak cepat mencair.

Taruh es batu dengan sedikit air pada kotak bagian bawah

Lalu langkah yang terakhir, kita satukan kotak styrofoam bagian atas dengan bagian bawah. Menyatukannya tidak perlu di lem, cukup diberi ditempel isolasi (yang bening) saja di tiap sudutnya.

Satukan kotak bagian atas dan bagian bawah


Nah... jika semua prosedur sudah dilakukan, sekarang kita hubungkan mini air conditioner dengan power. Untuk power atau sumber energinya bisa memakai 2 cara, yaitu dengan menggunakan baterai atau menggunakan kabel port usb (sehingga bisa dihubungkan dengan komputer).

Power menggunakan baterai

Power menggunakan kabel usb

Prinsip kerja mini air conditioner ini adalah sebagai berikut. Saat kita sudah menyambungkan kipas dengan sumber energi, lalu kipas akan berputar dan menghisap udara luar melalui lubang (kotak atas) bagian belakang. Lalu udara tersebut akan melewati air, es batu, dan heatsink atau (pendingin cpu) kemudian dihembuskan keluar menjadi udara yang lebih dingin.

Prinsip kerja Mini Air Conditioner

Gimana?... Mudah sekali khan cara membuatnya?
Bahan dan perlengkapannya juga sangat murah meriah serta mudah didapatkan. Sehingga jika kita punya mini air conditioner ini, kita tidak perlu lagi menyalakan kipas angin atau AC hanya untuk mendinginkan kita seorang. Biaya listrik akan lebih hemat.


Selamat mencoba ya...

Minggu, 06 Juli 2014

Manfaat Kimia di Kehidupan Sehari-hari


Bingung ya belajar di sekolah tentang kimia? pelajaran kimia itu untuk apa? gunanya apa untuk kehidupan sehari-hari ... nih sob ane akan berbagi tentang manfaatnya kimia dalam kehidupan sehari-hari, jadi gak usah benci lagi dengan kimia. Kimia itu mengasyikkan, kimia itu membuat kita lebih kenal akan Maha Pencipta kita, bahwa alam ini sudah menyediakan apa yang kita butuhkan dan yang terpenting kita harus menjaga alam ini ... Silahkan menikmati sembari nyruput kopi ... Eh puasa Ding


MANFAAT KESETIMBANGAN KIMIA DALAM DUNIA INDUSTRI
Karena struktur senyawa anorganik biasanya lebih sederhana daripada senyawa organik, sintesis senyawa anorganik telah berkembang dengan cukup pesat dari awal kimia modern. Banyak pengusaha dan inventor secara ekstensif mengeksplorasi sintesis berbagai senyawa yang berguna. Dengan kata lain sintesis senyawa anorganik bermanfaat besar secara aktif dilakukan sebelum strukturnya atau mekanisme reaksinya diklarifikasi. Beberapa contoh khas diberikan di bawah ini.
 a. Natrium karbonat Na2CO3
Sepanjang sejarah industri kimia, persediaan natrium karbonat Na2CO3, soda, merupakan isu penting. Soda adalah bahan dasar penting bukan hanya untuk keperluan sehari-hari (seperti sabun) tetapi juga untuk produk industri yang lebih canggih (seperti gelas).
Di waktu lampau soda didapatkan dari sumber alami, dan kalium karbonat K2CO3, yang juga digunakan dalam sabun, didapatkan dalam bentuk abu kayu. Setelah revolusi industri, kebutuhan sabun meningkat dan akibatnya metoda sintesis baru dengan bersemangat dicari. Waktu itu telah dikenali bahwa soda dan garam (NaCl) mengandung unsur yang sama, natrium, dan penemuan ini mengakibatkan banyak orang berusaha membuat soda dari garam. Di awal abad 19, suatu proses baru dikembangkan: natrium sulfat yang merupakan produk samping produksi asam khlorida (yang digunakan untuk serbuk pengelantang, bleaching), batu bara dan besi dinyalakan. Namun, hasilnya, rendah dan tidak cocok untuk produksi skala besar .
Inventor Perancis Nicolas Leblanc (1742-1806) mendaftar suatu kontes yang diselenggarakan oleh Académie des Sciences, untuk menghasilkan secara efektif soda dari garam. Esensi dari prosesmua adalah penggunaan marmer (kalsium karbonat) sebagai ganti besi.
Na2SO4 + 2C –> Na2S + 2CO2 (11.1)
Na2S + CaCO3 –> Na2CO3 + CaS (11.2)
2NaCl + H2SO4 –> Na2SO4 + 2HCl (11.3)
Proses Leblanc dapat menghasilkan soda dengan kualitas lebih baik daripada metoda sebelumnya. Namun, proses ini menghasilkan sejumlah produk samping seperti asam sulfat, asam khlorida, kalsium khlorida, kalsium sulfida dan hidrogen sulfida. Bahkan waktu itu pun, pabrik menjadi target kritik masyarakat. Peningkatan kualitas proses Leblanc sangat diperlukan khususnya dari sudut pandang penggunaan ulang produk sampingnya, yang jelas akan menurunkan ongkos produksi.
Satu abad setelah usulan proses Leblanc, inventor Belgia Ernest Solvay (1838-1922) mengusulkan proses Solvay (proses soda-amonia), yang lebih maju dari aspek kimia dan teknologi. Telah diketahui sejak awal abad 19 bahwa soda dapat dihasilkan dari garam denagn amonium karbonat (NH4)2CO3. Solvay yang berpengalaman dengan mesin dan dapat mendesain proses produksi tidak hanya dari sudut pandang kimia tetapi juga dari sudut pandang teknologi kimia. Dia berhasil mengindustrialisasikan prosesnya di tahun 1863.
Keuntungan terbesar proses Solvay adalah penggunaan reaktor tanur bukannya reaktor tangki. Air garam yang melarutkan amonia dituangkan dari puncak tanur dan karbondioksida ditiupkan keda lam tanur dari dasar sehingga produknya akan secara kontinyu diambil tanpa harus menghentikan reaksi. Sistem Solvay menurunkan ongkos secara signifikan, dan akibatnya menggantikan proses Leblanc.
Reaksi utama
NaCl + NH3 + CO2 + H2O –> NaHCO3 + NH4Cl  (11.4)
2NaHCO3 –> Na2CO3 + CO2 + H2O       (11.5)
Sirkulasi amonia
2NH4Cl + CaO –> 2NH3 + CaCl2 + H2O  (11.6)
Pembentukan karbon dioksida CO2 dan kalsium oksida CaO
CaCO3 –> CaO+CO2     (11.7)
Satu-satunya produk samping proses Solvay adalah kalsium khlorida, dan amonia dan karbondioksida disirkulasi dan digunakan ulang. Dalam produksi soda dari garam, poin penting adalah pembuangan khlorin. Dalam proses Leblanc, khlorin dibuang sebagai gas asam khlorida, namun di proses Solvay, khlorin dibuang sebagai padatan tak berbahaya, kalsium khlorida. Karena keefektifan dan keefisienan prosesnya, proses Solvay dianggap sebagai contoh proses industri kimia.

b. Asam sulfat
Sejak akhir pertengahan abad 16, kimiawan Jerman Andreas Libavius (1540?-1616) memaparkan proses untuk mendapatkan asam sulfat H2SO4 dengan membakar belerang dalam udara basah.
Glauber, insinyur kimia pertama, menemukan di pertengahan abad 17 proses untuk mendapatkan asam khlorida dengan memanaskan garam dan asam sulfat. Asam khlorida yang didapatkannya memiliki konsentrasi yang lebih tinggo daripada yang didapatkan dalam proses sebelumnya.
2NaCl+H2SO4 –> Na2SO4+2HCl (11.10)
Reaksi yang dibahas di buku teks sekolah menengah itu digunakan di sini. Glauber mengiklankan natrium sulfat sebagai obat dengan efek yang menakjubkan dan mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan garam ini.Proses yang lebi praktis untuk menghasilkan asam sulfat dikenalkan yakni dengan cara memanaskan belerang dengan kalium nitrat KNO3. Awalnya pembakaran dilakukan di wadah gelas besar yang mengandung air.Asam sulfat yang terbentuk terlarut dalam air. Walaupun proses kedua (SO2 –>SO3) lambat dan endotermik, dalam proses ini oksida nitrogen nampaknya berfungsi sebagai katalis yang mempromosikan reaksi ini.
Dengan meningkatnya kebutuhan asam sulfat khususnya dengan berkembangnya proses Leblanc yang membutuhkan asam sulfat dalam kuantitas besar, alat baru, proses kamar timbal yang menggunakan ruangan yang dilapisi timbal sebagai ganti wadah gelas dikenalkan yang membuat produksi skala besar dimungkinkan. Produksi asam sulfat skala besar otomatis berarti pembuangan nitrogen oksida yang besar juga. Sedemikian besar sehingga pada waktu itupun bahaya ke lingkungannya tidak dapat diabaikan.
Berbagai perbaikan proses dilakukan dengan menggunakan tanur Gay-Lussac dan Glover. Yang terakhir ini digunakan dengan luas karena nitrogen oksida dapat digunakan ulang dan rendemen n itratnya lebih besar.
Ide penggunaan katalis dalam produksi asam sulfat, atau secara khusus dalam oksidasi belearng dioksida telah dikenali sejak kira-kira tahun 1830. Katalis platina terbuki efektif tetapi sangat mahal sehingga tidak digunakan secara meluas. Seteleah setengah abad kemudian, ketika kebutuhan asam sulfat meningkat banyak, ide penggunaan katalis muncul kembali. Setelah masalah keracunan katalis diselesaikan, proses penggunaan katalis platina, yakni proses kontak, menjadi proses utama dalam produksi asam sulfat. Proses kontak masih digunakan sampai sekarang walaupun katalisnya bukan platina, tetapi campuran termasuk vanadium oksida V2O5.

c. Amonia dan asam nitrat
Nitrat (garam dari asam nitrat) sejak zaman dulu dibutuhkan banyak sebagai bahan baku serbuk mesiu. Namun, persediaannya terbatas, dan kalium nitrat yang ada secara alami adalah bahan baku utama yang tersedia. Di abad 19 ketika skala perang menjadi besar, kebutuhan nitrat menjadi membesar, dan kalium nitrat yang ada secara alami tidak dapat memenuhi permintaan.
Selain itu, nitrat diperlukan sebagai bahan baku pupuk buatan. Di akhir pertengahan abad 19 kimiawan Jerman Justus von Liebig (1803-1873) membuktikan kefektifan dan pentingnya pupuk buatan. Masalah yang menghalangi pemakaian bear-besaran pupuk buatan adalah harganya yang tinggi, khususnya pupuk nitrogen.
Di akhir abad 19, fisikawan Inggris William Crookes (1832-1919) meramalkan peningkatan jumlah makanan yang diproduksi tidak dapat mengejar peningkatan populasi dunia dan dunia akan berakhir menjadi katastropi.
Situasi semacam memicu ilmuwan untuk menyelidiki fiksasi nitrogen artifisial atau menemukan proses untuk mengubah nitrogen yang tidak terbatas persediaanya di udara menjadi senyawa yang dapat digunakan. Jelas diperlukan cara untuk melakukan fiksasi dalam skala besar. Jadi, percobaannya harus dimulai di skala laboratorium untuk dapat diperbesar ke skala pabrik.
Fiksasi nitrogen berhasil dilakukan oleh kimiawan Jerman Fritz Haber (1868-1934) dan insinyur kimia Jerman, yang bekerja untuk BASF, Carl Bosch (1874-1940)??ersamaan reaksi untuk
proses Haber-Bosch sangat sederhana, tetapi secara teknis terdapat berbagai kesukaran. Prosesnya dielaborasi sehingga reaksi eksoterm ini akan berlangsung ke sisi kanan dengan mulus.

N2 + 3H2 –> 2NH3 + 22,1 kkal (11.11)
Dalam praktek, beberapa modifikasi dibuat. Misalnya, rasio molar nitrogen : hidrogen bukan 1:3, tetapi 1:3.3. Kondisi reaksi yang dipilih adalah 300°C pada 500 atm. Hidrogen digunakan berlebih pada tekanan tinggi sehingga kesetimbangannya bergeser ke kanan. Karena reaksinya eksoterm, reaksi ini lebih baik dilakukan pada temperatur yang lebih rendah sesuai dengan azas Le Chatelier. Di pihak lain, laju reaksi akan terlalu rendah pada temperatur rendah. Jadi suhunya dibuat agak tinggi ( yakni, dengan tetap mempertimbangkan agar dekomposisi NH3 tidak terjadi). Katalis yang dibuat dari besi digunakan dengan ekstensif.
Proses Haber-Bosch menjadi terkenal sebagai contoh pertama teori kesetimbangan diaplikasikan dalam produksi. Di satu sisi fiksasi nitrogen dengan proses Haber-Bosch membawa banyak manfaat karena kemudahan mendapat pupuk. Di sisi lain amonia berarti bahan baku mesiu dapayt diperoleh dengan mudah pula.
Proses modern untuk menghasilkan asam nitrat HNO3 adalah okidasi amonia di udara. Dalam proses ini, amonia dicampur dengan udara berlebih, dan campurannya dipanaskan sampai temperatur tinggi dengan katalis platina. Amonia akan diubah menjadi nitrogen oksida NO, yang kemudian dioksidasi lebih lanjut di udara menjadi nitrogen dioksida NO2. Nitrogen dioksida direaksikan dengan air menghasilkan asam nitrat. Metoda ini dikembangkan oleh Ostwald, kimiawan yang banyak memberikan kimia katalis, dan disebut proses Ostwald.

Faktor-fakto yang Mempengaruhi Kesetimbangan


Kimia akrab sekali dengan proses pergeresan, dalam hal ini ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi kesetimbangan, nah sebenaranya apa sih gunanya kesetimbangan kimia ...? Nah ini akan saya posting di kemudian hari. Postingan saya kali ini hanya menyangkut kesetimbangan itu apa dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi ... 
Pergeseran Kesetimbangan dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Menurut asas Le Chatelier sendiri sebagai ilmuwan, Jika sutu sistem kesetimbangan diberikan aksi-aksi tertentu, maka sistem akan mengadakan reaksi yang cenderung menghilangkan pengaruh aksi yang diberikan. Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran, baik ke kanan maupun ke kiri.
Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan, yaitu:
  • Faktor Konsentrasi; jika konsentrasi reaksi diperbesar, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke kanan begitupun sebaliknya
  • Faktor Tekanan; jika tekanan reaksi diperbesar tetapi volume diperkecil, pergeseran kesetimbangan reaksi akan menuju ke arah bagian yang jumlah koefisiennya kecil,
pengaruh volume Faktor Faktor Pengaruh Pergeseran Kesetimbangan
Sumber: http://www.chem-is-try.org/
  • Faktor Suhu; jika suhu suatu sistem dinaikkan, maka sistem akan bereaksi dengan menurunkan suhu, kesetimbangan akan bergeser ke bagian reaksi yang menyerap kalor atau dikenal dengan reaksi endoterm. Begitupun sebaliknya, jika suhu diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke bagian yang melepaskan kalor atau disebut dengan reaksi eksoterm.
  • Faktor Katalis; Katalis itu sendiri adalah sebuah zat yang dapat mempercepat reaksi namun akan kembali ke wujudnya semula ketika reaksi telah selesai. Katalis dapat memperbesar laju reaksi karena menurunkan energi aktivasi. Dengan menggunakan katalis, suatu reaksi dapat dijadikan berjalan lambat ataupun cepat, sesuai yang dibutuhkan. Katalis juga penting untuk reaksi yang berlangsung pada suhu tinggi karena dengan menggunakan katalis maka reaksi dapat diatur agar tetap berlangsung pada suhu rendah.
Jadi, faktor-faktor tersebut di atas dapat menjadi bagian penting dalam terjadinya pergeserean kesetimbangan kimia.

Cara Membuat Minyak Atsiri dengan Jeruk Nipis


Minyak atsiri dari jeruk purut dapat diperoleh dengan melakukan penyulingan. Namun sebelum menjelaskan tentang proses penyulingan tersebut, ada baiknya jika meninjau lebih jauh tentang tanaman jeruk purut ini.

JerukPurut Penghasil Minyak Atsiri

jeruk purut Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut: Proses Penyulingan dan Ekstraksi
Jeruk purut adalah salah satu anggota suku jeruk-jerukan, Rutacea, dari jenis Citrus. Nama latinnya adalah Citrus hystrix. Buahnya tidak umum dimakan, karena tak enak rasanya. Banyak mengandung asam dan berbau wangi agak keras.  Tinggi pohonnya antara 2-12 meter. Batangnya agak kecil, bengkok atau bersudut dan bercabang rendah. Batang yang telah tua berbentuk bulat, berwarna hijau tua, polos atau berbintik-bintik. Daun jeruk purut berwarna hijau kekuningan dan berbau sedap. Bentuknya bulat dengan ujung tumpul dan bertangkai. Tangkai daun bersayap lebar, sehingga hampir menyerupai daun. Daun ini banyak dipakai untuk bumbu masakan. Buah jeruk purut lebih kecil dari kepalan tangan, bentuknya seperti buah pir, tetapi banyak tonjolan dan berbintil. Kulit buahnya tebal dan berwarna hijau. Buah yang matang benar berwarna sedikit kuning. Warna daging buahnya hijau kekuningan, rasanya sangat masam dan agak pahit.

Proses Penyulingan dan Ekstraksi Minyak Atsiri

Jika daun jeruk purut itu disuling, dihasilkan minyak atsiri yang dari tidak berwarna (bening) sampai kehijauan (tergantung cara ekstraksi), minyak atsiri berbau harum mirip bau daun (jeruk purut). Minyak atsiri hasil destilasi (penyulingan) menggunakan uap mengandung 57 jenis komponen kimia. Yang utama dan terpenting adalah sitronelal dengan jumlah 81, 49%, sitronelol 8,22%, linalol 3,69% dan geraniol 0,31%. Komponen lainnya ada dalam jumlah yang sedikit.
Ekstrasi yang dilakukan menggunakan pelarut meliputi persiapan bahan, mencampur, mengaduk dan memanaskan bahan dan pelarut serta memisahkan pelarut dari minyak atsiri. Metode ekstraksi yang digunakan antara lain destilasi uap, destilasi dengan cara Likens-Nickerson, maserasi dan perkolasi.
Pelarut yang banyak digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri adalah etanol, heksana, etilen diklorida, aseton, isopropanol dan metanol. Penyulingan atau destilasi uap dilakukan dengan cara menimbang daun jeruk purut sesuai dengan kapasitas tangki penyulingan, kemudian dirajang (dipotong kecil-kecil). Proses penyulingan minyak atsiri dilakukan selama 6 jam. Minyak atsiri yang diperoleh dipisahkan dari air dengan menggunakan labu pemisah minyak. Destilasi menggunakan alat yang sama dengan destilasi uap, hanya rajangan daun jeruk purut langsung dicampur dengan air dan dididihkan. Dalam destilasi uap, rajangan dipisahkan dari air mendidih oleh suatu kawat kasa, hingga hanya terkena uapnya. Proses penyulingan dan pemisahan minyak atsirinya juga sama.
Cara Likens-Nickerson (alatnya disebut ekstraktor Lickens-Nickerso) merupakan ekstraksi minyak atsiri dalam skala laboratorium. Rajangan daun jeruk purut dicampur dengan air suling, lalu diletakkan dalam labu erlenmeyer 1 liter. Pelarut ditempatkan dalam labu didih 50 ml (labu ini berhubungan dengan labu erlenmeyer melalui pipa gas dan kondensor). Kedua labu dipanaskan sampai mendidih hingga minyak atsiri tersuling secara simultan selama 3 jam. Pemisahan minyak atsiri dari pelarutnya dilakukan dengan penguapan pada tekanan rendah. Pada cara maserasi, daun jeruk purut yang telah dihancurkan direndam dalam tangki tertutup dan didiamkan beberapa hari. Selama itu dilakukan pengadukan beberapa kali supaya larutan minyak atsiri merata. Selanjutnya dilakukan penyaringan dan pengepresan, hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan pengendapan atau penyaringan. Sedangkan perkolasi adalah melarutkan minyak atsiri dari hancuran daun jeruk purut dengan pelarut yang mengalir. Seperti halnya maserasi, daun dihancurkan lebih dulu supaya ekstraksi berlangsung lebih cepat. Hancuran jeruk purut itu kemudian dialiri dengan pelarut pada sebuah perkolator. Setelah proses dianggap selesai, cairan yang diperoleh dipisahkan minyak atsirinya dengan cara penyulingan.

Rumus Moleku dan Empiris


Rumus kimia suatu zat adalah menyatakan jenis dan jumlah relatif atom-atom yang terdapat dalam zat itu. Angka yang menyatakan jumlah atom suatu unsur dalam rumus kimia disebut angka indeks. Rumus kimia zat dapat berupa rumus molekul atau rumus empiris. 

Rumus Molekul dan Empiris sebagai Rumus Kimia

1. Rumus Molekul
Rumus molekul adalah rumus kimia yang menyatakan jumlah atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun satu molekul senyawa. Jadi rumus molekul menyatakan susunan sebenarnya dari molekul zat.
Contoh:
  1. Rumus molekul air yaitu H2O yang berarti dalam satu molekul air terdapat dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.
  2. Rumus molekul glukosa C6H1 O6 yang berarti dalam satu molekul glukosa terdapat 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigenrumus Rumus Kimia Suatu Zat.

2. Rumus Empiris
Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan terkecil atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa. Rumus kimia senyawa ion merupakan rumus empiris.
Contoh:
  1. Natrium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Na+ dan ion Cl– dengan perbandingan 1 : 1. Rumus kimia natrium klorida NaCl.
  2. Kalsium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Ca2+ dan ion Cl– dengan perbandingan 2 : 1. Rumus kimia kalsium klorida CaCl2.
Pada kondisi kamar, sebagian unsur-unsur ada yang membentuk  molekul-molekul. Rumus kimia unsur-unsur semacam ini tidak digambarkan hanya dengan lambang unsurnya, melainkan unsur beserta jumlah atom yang membentuk molekul unsur tersebut.
Contoh:
  1. Rumus kimia gas oksigen yaitu O2, berarti rumus kimia gas oksigen terdiri atas molekul-molekul oksigen yang dibangun oleh dua atom oksigen.
  2. Rumus kimia fosfor yaitu P4, berarti rumus kimia unsur fosfor terdiri atas molekul-molekul fosfor yang tiap molekulnya dibentuk dari empat buah atom fosfor.
Semua senyawa mempunyai rumus empiris. Senyawa molekul mempunyai rumus molekul selain rumus empiris. Pada banyak senyawa, rumus molekul sama dengan rumus empirisnya. Senyawa ion hanya mempunyai rumus empiris. Jadi, semua senyawa yang mempunyai rumus molekul, pasti memiliki rumus empiris. Namun, senyawa yang memiliki rumus empiris, belum tentu mempunyai rumus molekul.

Langkah-Langkah untuk Menentukan Rumus Kimia Molekul dan Empiris

  • Perbandingan Massa Unsur 
  • Perbandingan Mol
  • Perbandingan Jumlah Atom
  • Rumus Empiris
  • Rumus Molekul

Tips Trik Menulis di Blog

Hai sobat, kembali lagi ane mau posting tentang TIPS dan TRIK menulis di Blog ....

Menulis itu gampang-gampang susah sob, apalagi nulis di blog, butuh kreativitas agar pembaca menyukai tulisan anda dan betah nongkrong di blog sobat semua. Siapa si yang gak mau blognya jadi terkenal karena bagusnya tulisan-tulisan sobat semua. Pengen kan ya jadi penulis hebat di blog? ane juga lagi belajar ni sob. Ok langsung aja sob kalau kalian semua butuh namanya panduan dalam menulis, ane akan berbagi ebook untuk agan semua disini silahkan di sedot gan .... Dan Salam SUKSES!!!

http://downloads.ziddu.com/download/23885230/Trik-Menulis-Indah-di-Blog.zip.html

Total Tayangan Halaman

Pages

Pages - Menu

Search