Saat itu, di kelas, syaikh mengisahkan bahwa ada seorang pelajar di Saudi memperoleh nilai yang rendah dalam pelajaran menulis. Teman-temannya yang lain menertawakan tulisannya yang memang tidak bagus.
Libur sekolah baru saja berlalu. Ketika kelas dimulai, sang guru kini heran. Tulisan tangan muridnya itu menjadi tulisan indah bahkan menjadi tulisan terindah dibanding tulisan teman-temannya.
Sang guru bertanya:
“Masya Allah, kok bisa tulisanmu bagus seperi ini?"
Siswa tersebut pun menjawab:
“Ayahku marah melihat nilaiku dalam pelajaran menulis. Lantas, ketika liburan kemarin, beliau memberiku hukuman yaitu menyalin seluruh isi al-Qur-an secara sempurna. Aku pun mengikuti perintahnya.”
Begitulah jika anda ingin melihat perubahan tulisan berbahasa arab anda maka kuncinya adalah membiasakan diri. Penyalinan mus-haf al-Qur-an bukan karena dzat al-Qur-an itu sendiri namun lebih ditinjau dari sudut pembiasaan tangan untuk bergerak.
Ini bisa dijadikan rutinitas harian. Misalnya dengan menulis atau menyalin satu atau setengah halaman al-Qur-an per hari. Satu halaman ini bisa dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama diselesaikan di pagi hari dan bagian yang lain diselesaikan sore atau malam hari.
Sebenarnya tak mesti al-Qur-an. Ada banyak sesuatu untuk bisa ditulis atau tepatnya disalin misalnya kitab-kitab para ulama. Intinya ada satu salinan teks perhari. Jangan lupa pula menulis tanggal penyalinan di lembaran hasil salinan.
Ust. Fahri
Ust. Fahri
Pogung Dalangan, Yogyakarta. 05 Dzulhijjah 1434 H/10 Okt. 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar